KPU Kaltim Menggelar Rapat Kordinasi Dengan Bawaslu Kaltim

admin   10 September 2017   06:44:00  

 

Samarinda, kaltim.kpu.go.id - Pada hari ini Sabtu (9/9) Dua lembaga penyelenggara Pemilu tingkat Provinsi Kalimantan Timur KPU dan Bawaslu menggelar rapat koordinasi (Rakor) di ruang Aula KPU Kaltim.

Ketua KPU Provinsi Kalimantan Timur,  Mohammad Taufik  memimpin Rapat Koordinasi  KPU Kaltim dengan Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur, mengatakan bahwa dasar di laksanakanya rakor tersebut adalah menindak lanjuti Surat Edaran dari KPU RI No. 515/KPU/X/2017. Perihal Persiapan Pelaksanaan Tahapan Penyerahan Dukungan Perserangan Calon Perserangan Pemilihan Tahun 2018. Sesuai dengan tahapan pada PKPU No. 1 tahun 2017 dimana pada poin syarat dukungan calon perserangan KPU selaku penyelenggara pemilu sudah melewati satu tahapan yaitu penerimaan data kependudukan dari Depdagri ke KPU RI yang setelah itu diteruskan ke masing-masing KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota masing-masing.

Sementara itu Divisi Teknis Rudiansyah, menyampaikan bahwa inti msateri bahasan dalam rapat kordinasi ini adalah Persyaratan Pencalonan Perserangan, berupa jumlah dukungan dan persebaranya bagi pasangan calon perserangan, jumlah dukungan bagi pasangan calon perseorangan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur didasarkan pada jumlah penduduk yang termuat dalam DPT Pemilu atau pemilihan terakhir.

Provinsi Kalimantan Timur adalah daerah Provinsi yang sebagian daerahnya telah menyelenggarakan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati atau Walikota dan Wakil Walikota maka DPT yang akan digunakan  adalah DPT Pilkada serentak 2015 dan Pilpres 2014. Tegas Rudiansyah kembali.

Mengapa terbagi 2 (dua) kategori karena dari  10 Kabupaten Kota yang ada di Kalimantan Timur,  9 (sembilan)  Kabupaten Kota pemilihan terakhirnya ada di 9 (sembilan) Kabupaten Kota 2015, sementara Kabupaten Penajam Paser Utara pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.  Ini lah yang akan menjadi dasar penetapan. Dua kategoi data ini yang nantinya akan di jadikan dasar penetapan. Sejauh ini belum ada calon perserangan yang melakukan deklarasi, ujar Rudiansyah.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pada tanggal 10 September 2017, KPU Kaltim akan melakukan rapat pleno Rekapitulasi daftar  pemilih tetap pemilihan umum  / pemilihan terahir sebagai dasar perhitungan syarat dukungan pasangan calon perseorangan dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur tahun 2018. (red:ict/Hupmas/kpukaltim)

 

  Font Size